TAHFIDZ CAMP #2 “Mewujudkan Pelajar Musela Yang Terinternalisasi Nilai-nilai Al-Qur’an: Dari Biasa Menjadi Bisa, Dari Meluangkan Waktu Bukan Mencari Waktu”

TAHFIDZ CAMP #2 “Mewujudkan Pelajar Musela Yang Terinternalisasi Nilai-nilai Al-Qur’an: Dari Biasa Menjadi Bisa, Dari Meluangkan Waktu Bukan Mencari Waktu”

Kegiatan tafidz camp#2 berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 17-18 Juni 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Widuri yang beralamatkan di desa Turi, Donokerto, kabupaten Sleman, Yogayakarta. Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini adalah peserta didik kelas Tahfidz yang jumlahnya kurang lebih 30 siswa. Kegiatan ini diawali  dengan pembukaan, kemudian sambutan oleh kepala sekolah. Amin Darojat. S.Pd. I selaku kepala sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik yang mengikuti acara ini karena telah menyisihkan waktunya untuk mengkaji dan mendalami ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Seluruh peserta didik diharapkan dapat mengikuti sereangkaian acara yang sudah disusun dengan baik supaya mengambil manfaat yang sebayak-banyaknya untuk diri sendiri khususnya dan juga tentunya dapat memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya. Ikutilah semua rangkaian kegiatan ini dengan hati yang gembira karena segenap panitia sudah menyusun acara yang sangat menarik sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan atau jenuh.

Serangkaian acara yang menarik antara lain games mencari surat atau ayat yang dilakukan tiap-tiap kelompok dan juga pentas seni yang akan ditampikan oleh setiap kelompok. Kemudian ada game ringan dan olahraga Bersama atau senam di pagi harinya. Disamping itu hafalan dan setoran ayat-ayat pendek tetap harus dilakukan oleh masing-masing peserta  didik. Salah satu metode yang efektif untuk menghafal Al=Qur’an adalah dengan metode sambung ayat. Melalui metode ini peserta didik akan lebih mudah mengingat ayat=ayat Al-Qur’an. Setelah itu para peserta didik akan ditagih untuk setor hafalan oleh guru pendamping masing-masing kelompok.

Setelah melalui serangkaian kegiatan yang cukup melelahkan dan membuat siswa merasa bosan dan jenuh, maka kegiatan selanjutnya adalah pentas seni yang akan ditampilkan oleh setiap kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan game yang sangat seru dan menyenangkan karena semua guru pendamping juga terlibat langsung dalam game tersebut. Sehingga terjalin kedekatan yang baik antara  guru dan peserta didik.