PENGAJIAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H “Mewujudkan Pelajar yang Meneladani Nilai-Nilai Nabi Ibrahim (Keikhlasan dan Ketaqwaan)”

PENGAJIAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H “Mewujudkan Pelajar yang Meneladani Nilai-Nilai Nabi Ibrahim (Keikhlasan dan Ketaqwaan)”

SMP Muhammadiyah 1 Sleman menyelenggarakan pengajian dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 29 Mei 2026. Seluruh kegiatan pengajian ini terpusat di lapangan olahraga (Sport Center). Peserta pengajian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII dan VIII serta semua dewan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Sleman. Pada tahun ini pegajian yang diselenggarakan mengusung tema “Mewujudkan Pelajar yang Meneladani Nilai-Nilai Nabi Ibrahim (Keikhlasan dan Ketaqwaan)”. Tema tersebut dipilih karena sesuai dengan kebutuhan sekolah dan juga para audiens (para paserta didik serta guru dan karyawan).

Acara diawali dengan pembukan serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Bilqis Hasna Fadhilah peserta didik kelas VII B, kemudian sambutan dari kepala sekolah yaitu Amin Darojat, S. Pd. I. Dalam sambutannya kali ini beliau menyampaikan dan mengajak kita semua untuk merefleksikan apakah itu Idul Adha dan apakah itu berkorban di lihat dari sisi tinjauan syari’ah dan muamalah. Karena selama ini tanpa sadar atau tidak seluruh peserta didik kelas VII dan VIII pasti telah banyak melakukan pengorbanan, baik itu berkorban waktu ataupun yang lainnya. Dan pengaorbanan yang telah peserta didik lakukan merupakan sebuah hal yang patut untuk dibanggakan. Karena sejatinya berkorban adalah ketika kita ikhlas memberikan segala sesuatu yang berharga kepada orang lain. Dan yang paling penting, berkorban dapat mengikis ego pada diri kita masing-masing.

Pada kesempatan kali ini pengajian yang disampaikan oleh ustadz Rofiul Wahyudi, S. E.I., M. E. I. untuk mencairkan suasana dan supaya anak-anak merasa nyaman, maka sebelum menyampaikanm materi, ustadz Rofiul menyampaikan sebuah pantun yaitu “godhong salam godhong pari, yang menjawab salam hebat sekali”. Beliau menyampaikan bahwa sebagai seorang pelajar pastilah ditempa dengan berbagai kesulitan atau kesusahan dalam proses belajar (mencari ilmu). Semua proses harus dilalui dengan semangat tidak mudah menyerah, keikhlasan dan kesabaran. Menurut ustadz Rofiul, sebagai seorang pelajar harus memiliki beberapa sikap yaitu sikap mandiri sehingga akan melatih tanggung jawab dan kedisiplinan diri. Kemandirian yang terbentuk akan membuat pribadi pelajar tersebut terlihat sangat tinggi semangat belajarnya dan akan lebih kreatif dalam mencari solusi atau mengambil keputusan. Kedua, sebagai seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tuanya dengan cara bersikap patuh serta mendo’akan kedua orang tuanya. Ketiga, atau yang terakhir adalah rela berkorban untuk kedua orang tua.